A. Qira’at yang Masyhur
Pengertian Qira’at
Menurut istilah, qira’ah adalah salah satu aliran dalam mengucabkan Al Qur’an yang dipakai oleh salah seorang imam quro’ yang berbeda dengan lainya dalam hal ucapan Al Qur’anul karim. Qira’ah ini berdasarkan sanad-sanad sampai kepada Rasul.
Qori’-qori’ pada masa sahabat
Periode quro’(baca), yang mengajarkan bacaan Al Qur’an kepada orang-orang menurut cara mereka masing-masing itu, adalah dengan standart dari masa shahabat.
Diantara shahabat yang populer bacaanya adalah: Ubay, Aly, Zaid bin Tsabit, Ibn Mas’ud, Abu Musa Al Asy’ary, dll. Dari mereka itulah kebanyakan para sahabat dan tabi’in dari berbagai daerah belajar. Sampai dengan datangnya masa tabi’in, yaitu pada permulaan abad 11 H, kemudian timbul golongan-golongan yang begitu memperhatikan adanya tanda baca, dan mereka jadikan salah satu cabang ilmu.
B. Sejarah Timbulnya Qira’at
Bahwa periode quro’(baca) adalah sejak zaman sahabat sampai dengan masa tabi’in. Orang yang menguasai tentang Al Qur’an ialah yang menerimanya dari orang-orang yang dipercaya dan dari imam demi imam yang akhirnya berasal dari Nabi. Sedangkan mushaf-mushaf tersebut tidaklah bertitik dan bergaris, bentuk kalimat didalamnya mempunyai beberapa kemungkinan berbagai bacaan.
Utsman ketika mengirim mushaf-mushaf ke seluruh penjuru kota, ia mengirimkan pula orang yang sesuai bacaanya dengan masing-masing mushaf yang diturunkan. Setelah para sahabat berpencar ke seluruh daerah dengan bacaan yang berbeda itu, para tabi’in mengikutinya mengambil dari sahabat tersebut. Dengan demikian beraneka ragamlah pengambilan para tabi’in. Masalah demikian selanjutnya dapat menimbulkan imam-imam qori’ yang masyhur yang berkecimpung di dalamnya, dan mencurahkan segalanya untuk qiro’at dengan memberi tanda-tanda serta menyebar luaskanya.
C. Jumlah Qira’at
Pengarang kitab Al Itqom menyebutkan macam-macam qira’at itu ada yang mutawatir, masyhur, syadz, ahad, maudhu’, dan mudarraj.
Qadhi’Jalaludin Al Bulqiny mengatakan ” Qira’at itu terbagi kedalam mutawatir, ahad, dan syadz (menyimpang/batil). Yang mutawatir adalah qira’at tujuh yang masyhur. Yang ahad adalah qira’at yang tsalatsa (tiga) yang menjadi pelengkap qira’at sepu;uh (qira’at ’asyrah), yang kemudian dipersamakan dengan qira’at para sahabat. Yang shadz adalah qira’at para tabi’in seperti qira’ah A’masy, yahya ibn Watsab, Ibn Jubair, dll.
Qira’at ada yang mengartikan qira’at sab’ah, qira’at sepuluh, dan qira’at empat belas. Semuanya yang paling terkenal dan nilai kedudukanya tinggi ialah qira’at sab’ah.
Qira’ah sab’ah adalah qira’ah yang dinisbatkan kepada imam yang tujuh dan terkenal, yaitu ”Nafi’, Ashim, Hamzah, Abdullah bin Amir, Abdullah ibn Katsir, Abu ’Amer ibn ’Ala’ dan Ali Al Kisaiy”.
Qira’at ’Asyar (sepuluh) adalah qira’at yang tujuh ditambah dengan qira’at”Abi Ja’far, Ya’kub dan Khalaf”.
Qira’at arba’ ’asyar (empat belas) adalah qira’at yang sepuluh ditambah empat qira’at ” Hasan Al Bashry, Ibn Mahish, yahya Al Yazidy dn Asy Syambudzy.
Orang yang pertama menyusun qira’at
Orang yang pertama menyusun ilmu qira’at adalah Abi Ubaid Al Qosim ibn Sallam, Abu Hatim As Sajistany, Abi Ja’far Ath Thabary dan Ismail Al Qadhy.
Qira’ah yang populer
Qira’ah sab’ah populer di seluruh negeri Islam pada permulaah abad ke-2 H. Yaitu:
Di Bashrah orang-orang membaca menurut qira’at Abi Amr dan Ya’qub.
Di Kufah orang-orang membaca menurut qira’at Hamzah dan ‘Ashim.
Di Syam orang-orang membaca menurut qira’at Ibn ‘Amir.
Di Makah orang-orang membaca menurut qira’at Ibn Ktsir.
Di Madinah orang-orang membaca menurut Qira’at Nafi’
Qira’at dibukukan
Qira’at dibukukan pada akhir abad ke-3 H di Baghdad atas usaha imam mujahid Ibn Ahmad, Ibn Musa, Ibn Abbas. Beliau membukukan qira’at yang tujuh.
D. Qari’ Tuju yang Masyhur
Ibn ‘Amir ( di syam)
Nama lengkapnya Abdullah Al Yahshuby. Ia seorang qori’ di Damaskus. Panggilanya adalah Abu Imron. Dia adalah seorang tabi’in. Dia belajar qira’at dari Al Mughirah ibn Abi Syihab Al Mahzumy dari utsman bin Affan dari Rasulullah. Dia wafat di Damaskus pada tahun 11 H. Orang yang menjadi murid dalam qira’atnya adalah Hisyam dan ibn Dzakwan.
Ibn Katsir (di Makkah)
Nama lengkapnya Abu Muhammad Abdullah ibn Katsir Ad Dary Al Makky. Ia adalah imam dalam hal qira’at di Makkah. Ia adalah seorang tabi’in yang pernah hidup bersama sahabad Abdullah ibn Jubair, Abu Ayyub Al Anshari dan Anas ibn Malik. Ia wafat di Makkah pada tahun 120 H.
’Ashim Al Kuty (di Kufah)
Nama lengkapnya ’Ashim ibn Abi An Nujud Al Asady. Disebut juga dengan Ibn Bahdalah. Panggilanya Abu Bakar. Ia adalah seorang tabi’in yang wafat pada sekitar tahun 127 – 128 H, di Kufah.
Abu Amr ( Bashrah)
Nama lengkapnya Abu Amar Zabban ibn Al ’Ala ibn Ammar Al Bashry, Ia seorang guru besar pada rawi. Ia namanya juga disebut sebagai Yahya. Ia wfat di Kufah pada tahun 154 H.
Hamzah Al Kufy (di Kufah)
Nama lengkapnya Hamzah ibn Habib ibn ’Imroh Az Zayyat Al Fardhi At Thaimy. Ia seorang bekas hamba ’Ikrimah ibn Rabi’ At Taimy. Ia dipanggil Ibn ’Imaroh. Ia wafat di Hawan pada masa khlifah Abu Ja’far Al Manshur tahun 156 H.
Imam Nafi’ (di Madinah)
Nama lengkapnya Abu Ruwaim Nafi’ ibn Abdur Rahman ibn Abi Na’im Al Laitsy. Ia berasal dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi’, maka berakhirlah kepemimpinan para qori’ di Madinah Al Munawwarah. Ia wafat tahun 169 H.
Al Kisaiy (di Kufah)
Nama lengkapnya Ali ibn Hamzah. Ia seorang imam Nahwu gologan kufah. Dipanggil dengan nama Abu Hasan, menurut sebagian orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai ”kisa’” pada waktu ihrom. Ia wafat di Ranbawiyah, ketika beliau dalam perjalanan ke Khurasan bersama dengan Ar Rosyid tada tahun 189 H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar